Selasa, 01 November 2011

GARUDA DI DADAKU

|0 komentar
Pemain :
Emir Mahira : Bayu
Aldo Tansani : Heri
Marsha Aruan : Zahra
Ikranagara : Kakek Usman
Maudy Koesnaedi : Ibu Wahyuni
Ary Sihasale : Pak Johan, pelatih sekolah sepakbola
Ramzi : Bang Duloh


Sutradara : Ifa Isfansyah
Penulis Skenario : Salman Aristo (Ayat Ayat Cinta, Laskar Pelangi, Kambing Jantan)
Penata Musik : Aksan Sjuman dan Titi Sjuman (Laskar Pelangi, King)
Produser : Shanty Harmayn
Produksi : Sbo Films Dam Mizan Productions

Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku
Kuyakin hari ini pasti menang
Kobarkan semangatmu, tunjukkan mobilitasmu
Kuyakin hari ini pasti menang

Lagu "Garuda di Dadaku" adalah lagu yang selalu dinyanyikan PSSI (timnas sepak bola Indonesia) setiap akan bertanding. Lagu ini notasinya diambil dari lagu daerah asal Papua, Apusé.

Meski sepak bola merupakan olahraga dan hiburan rakyat Indonesia, namun ada semacam pemikiran pada sebagian orang-orang Indonesia bahwa menjadi pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan. Dalam film ini, pemikiran itu pula yang selalu terlontar pernyataan-pernyataan Kakek Usman (Ikranegara) agar Bayu (Emir Mahira), cucunya itu tidak akan menjadi pemain sepak bola seperti ayahnya. Melalui film ini, ada pesan khusus kepada kita semua, bahwa kita perlu mengapresiasi olah-raga sepak bola dan para pemainnya. Melalui sepak bola nasional, kita mengenal salah satu atlit cerdas yang dimiliki Indonesia, Bambang Pamungkas dan masih banyak deretan nama-nama lainnya yang menjadi icon timnas PSSI di masa lalu .


Bayu, 12 tahun yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, menghadapi dilema menyenangkan kakeknya atau meraih mimpi dalam hidupnya menjadi pemain sepak bola hebat. Setiap hari Bayu secara diam-diam berlatih sepak bola sendiri dengan penuh semangat, ia menggiring bola menyusuri gang-gang di sekitar rumahnya sambil mendribble bola "rolling-rolling" untuk sampai ke lapangan bulu tangkis bermain dengan anak-anak lainnya. Beruntung Bayu mempunyai sahabat yang bernama Heri (Aldo Tansani) si penggila bola, Heri selalu mendorong agar Bayu untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional.

Dengan dukungan sahabatnya ini, Bayu menjadi pantang menyerah untuk meraih mimpinya menjadi pemain sepak bola. Dibantu teman baru bernama Zahra yang misterius, Bayu dan Heri harus mencari-cari berbagai alasan kepada Sang Kakek, agar Bayu dapat terus berlatih sepak bola. Tetapi hambatan demi hambatan terus menghadang mimpi Bayu ini, dan bahkan persahabatan tiga anak itu terancam putus. Konflik inilah yang dikemas secara apik oleh sang penulis dengan menanamkan nilai-nilai pendidikan, semangat hidup dan persahabatan yang terjalin erat diantara anak-anak dari kelas sosial yang berbeda.

Bayu, Heri dan Zahra (Marsha Aruan) adalah anak-anak yang mempunyai kendalanya masing-masing, namun mereka bukanlah tipe anak-anak yang loyo, yang gampang menyerah. Heri meski ia cacat tetapi justru menjadi motivator handal bagi Bayu, Zahra dari kalangan jelata pun mempunyai potensi yang bisa diandalkan dengan jiwa seninya. Bayu menghadapi ambisi besar sang Kakek dan harus menjadi anak yang penurut, namun di balik itu, ia justru melakukan sebuah pemberontakan karena ia mempunyai mimpi dan ambisi yang lebih besar untuk menjadi pemain sepak bola. Dan pada akhirnya mimpi Bayu yang kuat ini, berakhir pada kebahagiaan. Lewat kerja keras dan dukungan sahabat-sahabat yang memicu semangatnya dan sekaligus usaha mendapat restu dari sang Kakek.

Garuda di Dadaku adalah film Indonesia yang bagus dan mendidik, Ikranegara menampilkan figur kakek yang sesuai dengan karakter cerita. Ari Sihasale melakukan totalitas karakter sebagai seorang pelatih sepakbola. Dan ada haru, kadang juga jenaka dan tawa. Pada bagian ini, apresiasi, layak diberikan kepada Ramzi, yang berperan sebagai Bang Duloh. Apresiasi khusus kepada Aksan Sjuman dan Titi Sjuman, pasangan suami istri ini menghadirkan music score yang bagus sekali, yang mampu membawa para penonton pada suasana batin yang riuh dan gempita. Dengan musik itu, membawa mata kita memandang bagaimana Bayu, sang pemain bola cilik itu menggiring bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Bola, bila sudah dalam penguasaan kakinya sulit direbut lawan. Kaki Bayu seolah mencengkram bola itu sekuat burung Garuda. Aksan dan Titi Sjuman memilih scoring musiknya ini ditampilkan oleh Beijing Simphony Orchestra di Beijing, China.

Selain pesan-pesan pendidikan, semangat pluralitas dan persahabatan ditampilkan secara lugas. Dalam film ini juga membawa kembali pesan-pesan bagi anak-anak kita untuk kembali mengingat akan lambang negara kita Garuda Pancasila yang tertera jelas pada seragam timnas PSSI. Pancasila sebagai falsafah dasar bernegara dan berpedoman hidup bangsa Indonesia pada masa sekarang ini sedikit demi sedikit telah ditinggalkan dalam sistem pendidikan di Indonesia ini. Sehingga banyak perilaku remaja masa sekarang yang tidak mencerminkan pribadinya sebagai warga Indonesia yang berasaskan pancasila. Melalui "Garuda di Dadaku" mari kita kembali untuk sadar, bahwa Pancasila itu mengandung toleransi, dan sila-sila dari Pancasila itu terdiri dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Valkyrie

|0 komentar
Valkyrie

Film "Valkyrie" diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada 20 Juli 1944. Pada waktu itu beberapa petinggi militer Jerman melancarkan operasi Valkyrie yang bertujuan untuk menjatuhkan rezim Hitler. Namun sayang operasi itu gagal, bom yang diledakkan oleh Kolonel Claus Graf Schenk von Stauffenberg (Tom Cruise) hanya melukai lengan Hitler. Setidaknya ada 15 kali usaha pembunuhan terhadap Adolf Hitler, namun semuanya gagal termasuk operasi militer Valkyrie ini. Rupanya Hitler hanya boleh mati lewat angannya sendiri, 9 bulan setelah usaha kudeta ini.


Dikisahkan bahwa Count Claus Schenk Graf von Stauffenberg adalah seorang parjurit yang baik dan cinta bangsa dan tanah airnya. Statusnya sebagai tentara Jerman yang telah bersumpah setia-abadi kepada sang Führer, Adolf Hitler (David Bamber), tak membuat Kolonel Stauffenberg menjadi buta terhadap kekejaman yang dilakukan Hitler. Stauffenberg adalah anak seorang bangsawan Bavaria yang masuk dinas militer Jerman sejak 1926. Pada tahun 1943, saat bertempur di front PD II di Tunisia-Afrika bersama Divisi Panser ke-10, ia kehilangan mata kiri, tangan kanan, dan dua jari tangan kirinya. Dalam berbagai pertempuran yang telah ia jalani, Stauffenberg mulai menyadari bahwa Hitler sebenarnya sedang membawa Jerman ke jurang kehancuran. Stauffenberg sadar bahwa Hitler bukan hanya musuh bagi dunia, tetapi ia adalah musuh bagi Jerman sendiri.

Meskipun Adolf Hitler dipandang seperti "dewa", namun tidak semua orang Jerman setuju dan mencintai Hitler, ada golongan-golongan bahkan kalangan Militer yang tidak setuju pada kebijakan-kebijakan Hitler. Sekelompok elit politik dan petinggi militer Jerman menyusun siasat untuk memberontak pada Hitler, "kelompok" semacam ini dikenal dengan sebutan "The German Resistance". Kalangan militer yang tergabung di sana, pangkat mereka beragam, dari letnan hingga jenderal. Pada saat Kolonel Stauffenberg mengalami cedera di Tunsia, diceritakan dalam film itu terjadi percobaan pembunuhan yang ke sekian kalinya kepada Hitler tengah bergulir. Namun seperti yang sudah-sudah, rencana itu selalu gagal.

Setelah kepulangannya ke Jerman, Kolonel Stauffenberg direkrut oleh kaum pemberontak untuk memulai kembali rencana pembunuhan kepada Hitler. Sebagai orang baru dalam tim konspirator tersebut, Stauffenberg menunjukkan ambisinya untuk mengabisi Hitler. Dalam film ini diceritakan dialah yang memberikan ide penggunaan operasi Valkyrie untuk tujuan kudeta. Ide ini muncul secara kebetulan, di saat yang tidak disengaja, Stauffenberg mendengar komposisi musik Ride of the Valkyries ( Die Walküre/ Walkürenritt), karya Richard Wagner (1813 -1883), dan dia sadar ada sebuah operasi militer bernama Valkyrie yang (menurutnya) dapat digunakan sebagai jalan bagi rencana pembunuhan berikutnya. Maka, rencana pembunuhan yang ke 15 ini rencananya disusun lebih matang dengan ide brilian.

Dalam usaha pembunuhan kepada Hitler ini, Stauffenberg, bekerja sama dengan Mayor Jenderal Henning von Tresckow (Kenneth Branagh) dan Jenderal Friedrich Olbricht (Bill Nighy) dan beberapa elit politik. Namun, mereka harus menghadapi Jenderal Friedrich Fromm (Tom Wilkinson). Sulit untuk membunuh Hitler karena ia dikelilingi orang-orang yang setia dan sangat menjaga keselamatan sang Führer. Akhirnya disusunlah sebuah pemboman di Rastenburg, Prusia Timur (sekarang termasuk wilayah Polandia). Di tempat yang bernama Wolf Lair / Wolfsschanze (sarang serigala) ketika Hitler mengadakan pertemuan untuk membicarakan langkah militer bersama para petingginya. Stauffenberg diikutkan hadir pada pertemuan itu. Pada waktu yang ditentukan, Stauffenberg yang ditemani ajudannya, Letnan Werner von Haeften berhasil meledakan bom yang dikemas didalam sebuah tas kerja dan diletakkan di posisi yang paling dekat dengan Hitler. Setelah bom itu meledak dan Stauffenberg mengasumsikan Hitler tewas, ia segera menghubungi Jenderal Olbricht untuk segera mengaktifkan operasi Valkyrie.

Sayang sekali, Hitler yang diharapkan tewas hanya mengalami cedera kecil dalam ledakan itu. Dan tak lama kemudian segera tercium upaya kudeta. Jaringan "The German Resistance" menjadi incaran tentara yang setia kepada Hitler. Otomatis usaha kudeta dengan menggunakan Operasi Militer Valkyrie ini gagal, kepanikan terjadi di kelompok pemberontak. Kegagalan usaha kudeta ini juga karena kurangnya dukungan faktor alat komunikasi yang sangat berperan penting untuk kesuksesan misi tersebut. Kekuasaan tidak cukup hanya dengan "moncong senjata", tetapi juga penguasaan jalur komunikasi. Ketika jalur komunikasi ditutup, mereka langsung lumpuh. Josef Goebbels (yang menjabat sebagai 'Menteri informasi'), ia adalah salah seorang yang paling setia kepada Hitler, pada hari itu juga memerintahkan stasiun radio mengabarkan bahwa Hitler selamat dalam percobaan pembunuhan. Informasi melalui siaran radio ini sangat memberi dampak bagi orang-orang yang masih pro Hitler dan para pemberontak.

Pada tengah malam, para pemimpin kudeta yang berada di gedung Bendlerblock, kantor Departemen Pertahanan pemerintah Jerman pada saat itu, ditangkap. Mereka adalah Jenderal Olbricht, Kolonel Stauffenberg, Letnan Haeftner, dan Kolonel Mertz Quirnherm. Ludwig Beck memilih bunuh diri dihadapan para tentara yang masih setia kepada Hitler. Di front Timur, Mayor Jenderal von Tresckow bunuh diri dengan sebuah granat tangan setelah ia mengetahui Operasi Militer Valkyrie gagal. Kemudian sebagian besar anggota komplotan ini ditangkap, termasuk Erwin von Witzleben, dan Carl Goerdeler calon kanselir Jerman bentukan para pemberontak. Mereka dieksekusi mati.

Monumen di Bendlerblock : Gugur disini demi Jerman pada 20 Juli 1944: Kolonel Jenderal Ludwig Beck, Jenderal InfantriFriedrich Olbricht, Kolonel Claus Graf Schenk von Stauffenberg, Kolonel Albrecht Ritter Mertz von Quirnheim, Letnan Senior Werner von Haeften.

Keperkasaan Adolf Hitler tidak berlangsung lama lagi. Dan tidak semua orang Jerman mencintai Hitler, ada banyak kelompok-kelompok anti Hitler yang dikenal dengan "The German Resistance", ada tokoh yang cukup dikenal Dietrich Bonhoeffer, seorang rohaniawan turut dalam gerakan anti Nazi. Ia pernah dievakuasi ke Amerika, tapi memilih kembali ke Jerman untuk berjuang demi kebenaran. Dalam salah satu khotbahnya, Bonhoeffer pernah menyatakan bahwa Hitler bukanlah seorang Führer (pemimpin), melainkan Verführer (penyesat). Ia ditahan bulan Maret 1943, dan dieksekusi dengan hukuman gantung tanggal 9 April 1945 di kamp konsentrasi Flossenbürg, seminggu sebelum pecahnya Pertempuran Berlin (Battle of Berlin) yang berujung dengan takluknya ibukota Jerman tersebut. Adolf Hitler bunuh diri pada 30 April tahun 1945 bersama istrinya (Eva Braun) yang dinikahinya belum lama. Adolf Hitler sang Führer menghabisi dirinya sendiri di bunker bawah tanah-nya. Sebuah harga dari kegagalan impiannya untuk menguasai dunia. Kematian Hitler menjadi tanda runtuhnya rezim Nazi.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Gran Torino

|0 komentar
Gran Torino

Mendapat satu cinta dari satu orang itu tidak cukup, manusia memerlukan banyak cinta, cinta dari orang-orang disekitarnya. Walt Kowalski (Clint Eastwood) seorang veteran perang dan mantan tekhnisi pabrik mobil Ford itu baru saja kehilangan istrinya, orang yang paling dicintai dan mencintainya. Sayang sekali, istri yang baik itu sudah tiada lagi. Walt memandang nanar kehidupannya sendiri dan menjadi frustrasi. Dalam film ini, Walt digambarkan sebagai orang yang keras, nasionalis, kolot, sinis dan kesepian. Ia tak dapat mencintai kedua anak lelakinya beserta istri dan anak-anaknya, mereka manganggap Walt adalah orang aneh, Walt sendiri tidak tahu mengapa iapun tak dapat merasa dekat dengan mereka. Walt bahkan muak dengan sikap para cucunya yang sama sekali tidak menghargai sopan-santun.


Mendiang istrinya agaknya tahu bahwa sepeninggalnya Walt akan melewati masa-tuanya dengan rasa sepi dan menderita. Ia memberikan pesan kepada seorang Pastor muda (Christopher Carley) untuk dapat menjagainya dan membawanya lebih dekat pada Tuhan, pastor itu melakukan tugasnya dengan baik, tapi Walt menolaknya bahkan ia berubah menjadi membenci semua orang.

Walt mempunyai tetangga, keluarga kalangan etnis Hmong (sebutan untuk keturunan Asia, Vietnam khususnya), kehadiran mereka sangat mengusiknya apalagi ia mempunyai pengalaman buruk dalam perang Korea. Tetapi, manusia memang tak dapat hidup sendiri, mau tak mau, sengaja atau tidak sengaja ia akan berhubungan dengan orang lain. Interaksi antar tetangga ini bermula dengan hal-hal yang buruk, mulai dari rasa benci terhadap orang Asia (ras yang berbeda), bahasa yang berbeda, kultur yang berbeda. Tetapi dari situ sebuah persahabatan lahir.

Mobil klasik yang legendaris Gran Torino 1972 adalah harta terbesar Walt. Mobil klasik ini mengawali kisah persahabatan dengan suatu kejadian yang paradoks, dimana awalnya Thao (Bee Vang) anak tetangga sebelah itu berusaha mencuri mobil kesayangan Walt ini. Thao terpaksa mencuri karena diancam oleh segerombolan geng Hmong untuk melakukan hal itu. Agaknya sikap kakak perempuan Tao dapat menjadi penengah antara Walt dan Thao. Gadis manis Sue (Ahney Her) selalu bersikap sopan dan sangat bersahabat, Walt menjadi luluh dan dapat berteman dengan keluarga Hmong ini.

Dari persahabatan itu, sikap baik dari Walt dapat tergali kembali, ia bahkan mencintai kedua remaja Sue dan Thao. Walt mencintai dan dicintai mereka bagaikan hubungan bapak dan anak. Walt bahkan merasa bertanggung jawab akan masa depan mereka. Walt ingin membentuk mereka sebagai generasi muda yang baik, sopan, penuh hormat, dan dapat berdikari untuk masa depannya. Sesuatu yang tak dapat ia lakukan kepada cucu-cucunya sendiri, ia melakukan tugas kebapakannya ini kepada seorang "total stranger". Dari hubungan yang melahirkan kasih ini Walt kembali mau datang ke gereja, ia melakukan "pengakuan dosa" sesuatu yang tak pernah dilakukannya, ia telah mempersiapkan kematiannya dengan baik.

Clint Eastwood dikenal dalam perannya di film Dirty Harry, ada sedikit gaya itu dalam film ini, hanya saja kali ini dilakukan oleh seorang veteran perang yang sudah tua versus geng remaja lokal kalangan Hmong. Permasalahan Thao dan geng Hmong rupanya berlarut-larut, sampai pada suatu ketika rumah Thao diberondong peluru dan Sue dianiaya dan diperkosa oleh oknum geng itu. Terhadap perkelahian/ masalah dalam suatu geng dari ras tertetu, seringkali polisi Amerika tidak mau mengambil tindakan, karena memang ada kerumitan pada setiap masalah yang terjadi pada golongan ras tertentu, polisi mungkin menganggap itu urusan kalangan Hmong sendiri .

Walt tahu dirinya adalah ras yang berbeda, dan olehnya polisi nantinya akan bertindak. Walt ingin melakukan hal yang terbaik yang dapat dilakukannya di sisa-sisa hidupnya. Ia ingin menciptakan suatu suasana lingkungan yang baik, pemukiman yang aman, dimana keluarga biasa tidak perlu dihantui oleh ulah kelompok geng/ berandalan, itu adalah warisannya yang terbesar. Walt yang kini tahu dirinya dicintai, ia bahkan rela menyerahkan nyawa untuk keluarga yang mencintainya. Sebab kini ia yakin pada saat kematiannya ia akan dikelilingi orang-orang yang mengasihinya.

Clint Eastwood kali ini membuat kisah hidup manusia yang mengambil fokus pada cerita sehari-hari, mengambil aktor dan aktris tidak terkenal dengan wajah-wajah kebanyakan orang, bukan muka-muka selebritis. Dan inilah yang membuat film ini menjadi semakin hidup, kita dapat melihat suatu portret problema di suatu kota yang multi-kultural. Ada seorang sahabat yang memberi tahu saya bahwa film Gran Turino ini lebih bangus daripada Million Dollar Baby atau Mystic River, setelah menonton dan menyimak film ini tentu saja saya setuju. Film Gran Torino memang tidak mendapat penghargaan apapun di Golden Globe ataupun Oscar 2009. Tapi karya Clint Eastwood ini menjadi film terlaris di Amerika Serikat dan Kanada. Film ini cukup unik dan temanya lumayan orisinil, ada "superhero" berusia 78 tahun, seorang yang sinis dan rasis yang akhirnya mendobrak sikap rasisnya sendiri dan merubah sikapnya menjadi seorang sahabat yang rela mati untuk orang yang dicintainya. Ada theme-song Gran Torino yang diciptakan Clint Eastwood bersama musisi jazz muda Jamie Cullum, dan Jamie membawakan lagu itu dengan sangat baik dan menambah kredit untuk film ini.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

ELEGY

|0 komentar
ELEGY

Consuela Castillo seorang gadis yang manis berdarah kuba, ia cantik dan sopan. Sang Professor mengagumi kecantikannya sejak pertama ia masuk di ruang kelasnya. Mata dan alisnya mengingatkannya pada lukisan karya Francesco de Goya, dan ia ingin menunjukkan kepada gadis itu. Namun, sebagai seorang dosen ia tak pernah ingin mempunyai skandal dengan muridnya, dan ia menunggu sampai gadis itu lulus dari kampus dimana ia mengajar.


Demikianlah sering ada cerita antara hubungan murid dan guru, kadang-kadang ada saling ketertarikan, murid memuja sang guru yang dianggap punya banyak pengetahuan. Professor David Kepesh sepertinya memiliki segalanya, ia cerdas, seorang penulis terkenal, meski tidak tampan, ia berpenampilan menawan, pembawaannya menarik, berpakaian rapi, bicaranya menandakan ia berbudaya tinggi. Consuela akhirnya mengakui dirinya begitu tertarik kepada sang guru. Consuela pun menyambut rasa kasih sayang dan perhatian dari sang dosen yang begitu charming dan berwibawa, dan terjadilah hubungan yang saling kagum-mengagumi diantara keduanya.

Professor Kepesh pernah menikah dan gagal, kemudian ia memilih hidup independen tanpa ikatan pernikahan. Ia telah menjalani hidupnya sampai masa tuanya itu tanpa pernah lagi berkomitmen. Ia menjalani long relationship dengan seorang perempuan setengah baya Carolyn yang masih cantik dan memahami keinginan professor yang ingin hubungan tanpa status.

Berbeda dengan Carolyn, Professor Kepesh kali ini menemukan "the power of beauty" dari Consuela. Namun ada suatu konflik dalam batinnya, "suatu ketakutan" bahwa Consuela suatu saat akan menemukan pria muda dan meninggalkannya. Maka, ia menampik rasa posesif-nya terhadap Consuela dan mengendurkan setiap keinginan untuk menjadikan hubungannya dengan Consuela menuju ke arah komitmen yang serius. Rupanya ia salah sangka, gadis itu benar-benar mengaguminya, mencintainya, dan tak ambil pusing akan perbedaan usia 35 tahun di antara mereka. Professor Kepesh selalu nervous setiap kali Consuela menyatakan cinta dan kekagumannya padanya. Ia menjadi semakin nervous manakala si gadis itu ingin memperkenalkannya kepada keluarganya. Sepanjang cerita mengungkapkan suatu masalah-masalah yang sering dihadapi dua insan dalam hubungannya, ada konflik namun ada juga rasa saling butuh.

Ben Kingsley dan Penélope Cruz menampilkan diri mereka dengan sempurna dalam film ini, suatu couple yang memang kaliber Oscar berkolaborasi dalam satu film. Jika Anda lelaki, Anda akan melihat Miss Cruz ini memang pantas dikagumi, kecantikannya yang khas latin, tubuhnya, gaya bicara dan perangainya menimbulkan suatu eksotisme yang lain daripada yang lain, ini adalah penampilan terbaik Cruz, bahkan lebih bagus daripada di film yang memberinya Oscar di film Vicky Cristina Barcelona. Di film-film lain, Cruz sebenarnya sudah banyak menunjukkan kebolehannya sebagai aktris yang layak diperhitungkan, misalnya dalam film Captain Corelli's Mandolin. Di lain pihak, jika Anda seorang perempuan, Anda bisa dibuat terpesona oleh penampilan sang Professor. Ben Kingsley memang salah satu aktor terbaik dunia, walaupun orang jarang memandangnya sebagai pria yang menarik dan tampan, tapi kali ini dia ternyata dapat menampilkan dirinya yang membuat lawan jenisnya terpesona.

Film ELEGY adalah sebuah "love affair" dalam kemasan kebudayaan tinggi. Film ini diadaptasi dari novel yang ditulis oleh seorang penulis pemenang Pulitzer Philip Roth, karyanya yang lain juga banyak difilmkan, misalnya The Human Stain yang juga mengangkat hubungan kasih antara perempuan muda dan lelaki baya. Jika di film The Human Stain kurang memberikan suatu chemistry antara Anthony Hopkins dan Nichole Kidman, di Film Elegy ini, Ben Kingsley dan Penélope Cruz memberikan suatu energy dan emosi dua insan yang membuat kita mengerti bahwa seringkali cinta itu memang aneh. "Love has no boundaries" itulah tema film ini, cinta tidak mengenal batasan-batasan atau perbedaan-perbedaan. Dan sesuai dengan judulnya, film ini menampilkan sastra dan musik yang bagus dan memberi warna. Sutradara Isabel Coixet memanjakan penontonnya dengan suatu sajian gambar-gambar yang bagus, deretan aktor dan aktris pendukung yang pas, mereka berpenampilan sebagai manusia modern yang mencintai budaya dan intelektualitas.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Atonement

|0 komentar
Atonement

Film Atonement diadaptasi dari novel karya Ian McEwan oleh penulis scenario Christopher Hampton. Bercerita tentang seorang gadis berumur 13 tahun, Briony Tallis anak dari seorang kaya dan tinggal di sebuah "istana" yang besar, sejak kecil ia gemar menulis drama dan cerita. Briony mempunyai seorang kakak yang cantik Cecilia (Keira Knightley) yang kira-kira berumur 18 tahun. Sebagaimana keluarga kaya tentu mempunyai banyak pelayan. Salah satu pengurus rumahnya, Grace Turner mempunyai anak lelaki yang bernama Robbie (James McAvoy). Briony di usianya yang masih 13 tahun itu "naksir" dengan Robbie dan tenggelam dalam fantasi dan kasmaran ala kanak-kanak.


Tetapi rupanya sang kakak Cecilia pun naksir Robbie. Briony gadis yang naïf dan sangat muda itu belum mengerti gejolak jiwanya, yang ada hanya rasa iri, membenci, dendam dan marah mengapa Robbie lebih memilih sang kakak.

Di film ini diberikan beberapa adegan yang mengundang "prejudice"/ salah intrepretasi dari seorang gadis naïf yang sedang berperang dengan jiwanya yang dibakar oleh api cemburu. Ia ingin melakukan "revenge" dan mencari jalan keluar untuk meluapkan cemburunya. Ini sungguh bahaya sekali, ketika seorang gadis yang masih sangat muda belum mengerti apa itu cinta, dan apa itu gairah seksual. Karena sebenarnya Briony belum siap untuk itu. Dan akhirnya kecemburuan ini berakibat fatal ketika terjadi suatu peristiwa dimana saudara sepupu Briony dan Cecilia, yaitu Lola "diperkosa" seseorang di kebun rumahnya. Briony yang "marah" itu tampil sebagai saksi dan menunjuk bahwa Robbie lah pelakunya, walaupun Lola tahu bukan Robbie yang melakukan, namun dalam suatu kasus "somebody must be blamed", dan menunjuk anak seorang pelayan akan dengan cepat menyelesaikan kasusnya. Ia yakin melihat sesuatu yang dia anggap mengerti namun sebenarnya ia tidak mengerti. Ditambah Briony memberikan bukti tuduhan yang lain dengan menunjuk surat Robbie kepada Cecilia yang rada vulgar, sehingga hanya Robbie yang layak ditunjuk sebagai tersangka dan kemudian dipenjara.

Cecilia yakin bukan Robbie pelakunya, sejak peristiwa penangkapan kepada Robbie, Cecilia lari dari rumahnya dan tidak mau berhubungan lagi dengan keluarganya.Sebenarnya Briony pun tidak yakin benar bahwa Robbie pelakunya, namun ia tetap melancarkan tuduhannya dengan dasar kecemburuan itu tadi. Di masa di Perang Dunia II, Inggris mengirim pasukannya ke berbagai negara di Eropa, dan Robbie ikut dikirim sebagai tentara di Perancis. Cecilia punkemudian menjadi perawat sukarela di rumah sakit. Rupanya hubungan Cecilia dan Robbie tetap terjalin, dan terekam dalam surat-surat mereka. Namun nasip menentukan mereka masing-masing tewas dalam tugas di tahun yang sama 1940.

Briony sejak peristiwa masa kecilnya itu tidak dapat melepas rasa bersalahnya, apalagi ketika mendapati Cecilia dan Robbie tewas di masa perang itu. Kenyataan ini juga membuat dua sejoli itu tidak pernah mendapat kesempatan untuk hidup bersama melanjutkan kisah cinta mereka. Dan rasa bersalah itu membebani Briony sepanjang hidup. Rasa bersalah itu semakin terasa semakin berat karena tidak ada lagi kesempatan baginya untuk meminta maaf kepada Cecilia dan Robbie. Akhirnya Briony memutusan membuat suatu "atonement" yaitu dengan menghasilkan suatu karya fiksi dalam sebuah novel, yang menceritakan kisah cinta Cecilia dan Robbie yang kemudian dapat hidup bahagia bersama, sebuah kehidupan yang layak diterima oleh dua orang yang saling mencintai. Novel itu ia tulis sebagai penebusan dan karenanya ia dapat berdamai dengan keadaan dan rasa bersalah yang selama ini menghantuinya.

Film ini memberikan suatu pesan, bahwa penting bagi setiap orang melakukan "atonement", suatu tindakan untuk melakukan tebusan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Rasa bersalah tidak dapat dibawa berlarut-larut hanya dengan menyesal dalam hati, ini akan membat orang menjadi depresi. Perasaan bersalah tidak akan pernah berakhir kalau seseorang itu tidak pernah melakukan "atonement" dalam suatu tindakan yang nyata. Dengan "atonement" akan ada perdamaian.

Film ini cantik sekali, disutradarai dengan cerdas, hati-hati dan detail. Background PD II membuat film ini lebih menyentuh dan dramatis sekali. Sebagaimana dalam Pride & Prejudice, gambar-gambar dalam film Atonement ini pun juga sangat indah. Film ini dibuka dengan sajian music, kombinasi orchestra dan detakan mesin ketik kuno sungguh dramatis! Dario… you did it again! What a wonderful music.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Seraphim Falls

|0 komentar
Seraphim Falls

Film ini bercerita tentang Kolonel Morsman Carver (Neeson) yang ingin membalas dendam kepada seorang Kapten yang bernama Gideon (Brosnan) setelah terjadinya perang saudara di Amerika (Yanks vs. Rebs). Pada awal cerita, dikisahkan Gideon yang bersembunyi di pegunungan, ia bersembunyi dari kejaran Kolonel Carver dkk. Adegan dimulai dengan tertembaknya Gideon oleh Carver dan gerombolannya, Gideon tidak mbalas tembakan mereka, ia memilih lari menjauhi. Dan lebih suka menghindari kontak fisik dengan pengejarnya kecuali mereka 'membayakan' nyawanya.


Terlihat Gideon mahir menggunakan pisau berburunya, dan ketika ia dengan terpaksa menghabisi nyawa musuhnya, ia membunuh dengan cara seorang native Indian untuk memberi pesan kepada para pengejarnya agar mereka tidak mengejarnya lagi. Namun Carver yang diliputi dendam membara ia tetap mengejar Gideon. Penonton di awal dan tengah film dibuat bertanya-tanya, ada apakah gerangan antara kedua lakon ini sehingga Carver begitu bernafsu mengejar Gideon. Sementara Gideon terlihat sebagai pribadi yang 'menyesali masa lalu'.

Nantinya penonton diberitahu duduk masalahnya, mengapa Carver begitu bernafsu memburu Gideon. Sulit bagi Carver mengampuni Gideon. Walaupun Gideon menang dalam duel dengan Carver, Gideon enggan membunuh Carver, ia mengutip Matius 26:52 "for all they that take the sword shall perish with the sword". Konflik batin masing-masing tokoh masih berkecamuk, dan kemudian divisualisasikan dengan hadirnya seorang perempuan penjual obat (diperankan oleh Anjelica Huston). Tidak ada kecenderungan untuk menunjukkan mana yang 'good-guy' mana yang 'bad-guy' sepanjang cerita hanya mengetengahkan seorang yang dendam memburu seorang 'penjahat'. Banyak sekali simbolisasi didalamnya dan penonton diharapkan menafsirkannya sendiri. Akhir cerita kedua orang yang berseteru ini memilih berdamai dan berjalan di jalannya masing-masing. Dan sesuai tagline filmnya "Never turn your back on the past".

Secara mutu cerita dan penampilan emosi dan perang-batin dua anak manusia didalamnya, film ini dikemas dengan bagus sekali. Kualitas gambar disajikan dengan cantik oleh cinematographer pemenang Oscar John Toll. Buat yang menyukai film dengan type 'visual storytelling', Seraphim Falls cukup mengakomodasi type film seperti itu. Dinginnya pegunungan yang bersalju, dengan disajikan bagaimana Gideon menggigil dalam kedinginannya itu, kemudian beralih kepada suasana pedesaan yang hijau, dan juga penyajian visual padang gurun yang gersang pada akhir film menggambarkan kegersangan hati kedua lakon yang kurang akan sejuknya kasih. Kita juga patut memberikan acungan jempol untuk sang sutradara David Von Ancken yang telah menyajikan film layar-lebarnya yang pertama ini sebagaimana sutradara-sutradara yang sudah senior. Dan tentu saja, pemilihan dua aktor senior ini memberikan nilai tambah bagi filmnya.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

THE PAINTED VEIL

|0 komentar
THE PAINTED VEIL
Pelajaran cinta dari pria-baik bagi wanita yang bodoh.

Kitty (Naomi Watts) adalah gadis cantik, modern, dikenal sebagai "party girl" di zamannya (tahun 1920an). Ia kurang mimiliki hubungan harmonis dengan orang tuanya. Untuk bisa lepas dari mereka. Kitty setuju menikah dengan Walter Fane (Edward Norton) – seorang bacteriologist pemerintah Inggris, yang meneliti kuman and penyakit yang ditempatkan di Shanghai China. Kitty dari kalangan atas, Walter dari kalangan menengah. Pasangan yang 'tak serasi' itu pun menikah di London. Tanpa cinta Kitty menikah dengan Walter, salah satu penyebabnya juga kepanikan keluarga/ social pressure karena adik perempuan Kitty sudah menikah lebih dulu.


Kemudian ia bersama dengan Walter menuju ke Shanghai di tempat dimana Walter bekerja sebagai seorang ilmuwan. Kehidupan di Shanghai tercukupi, tetapi Kitty merasakan kekurangan-kekurangan dalam diri suaminya, ia terlalu serius, kurang humor, dan selalu sibuk dalam penelitiannya. Walter sebagai suami juga termasuk seorang yang pemalu, pendiam, tidak pernah menampakkan gairah yang menggebu meskipun ia sangat mencintai istrinya. Atas sikap-sikap yang "kurang gaul" ini maka Kitty semakin mengalami kebosanan dan menyesali pernikahannya. Dalam sebuah pertunjukan Chinese Opera, Kitty bertemu dengan seorang diplomat muda yang sudah beristri, Charlie Townsend (Liev Schreiber, suami Naomi Watts dalam kehidupan nyata). Lelaki ini tampan, menarik, keren dan pandai berhumor, Kitty pun terpikat kepadanya dan berlanjut pada perselingkuhan. Walter mengetahui perselingkuhan istrinya, tapi ia juga masih mencintai istrinya, bagaimana ia bisa mendapatkan cinta istrinya inilah yang menjadi pokok cerita dalam film ini.

Dalam kegundahannya sebagai suami yang dikianati, ia menerima tawaran pekerjaan sebagai seorang dokter sukarelawan di daerah pelosok di China – Meitangfu – sepuluh hari perjalanan dari Shanghai. Di daerah itu sedang terjadi wabah kolera yang menimpa banyak penduduk yang menyebabkan banyak orang tewas. Ia menggunakan kesempatan tugas ini untuk mendapatkan cinta istrinya sekaligus mengajarnya menjadi istri yang baik dan mungkin juga sebagai "balas-dendam".

Walter mengajukan syarat kepada Kitty, bahwa ia harus mengikutinya ke Meitangfu atau digugat cerai dengan delik perzinahan. Kitty memohon agar suaminya mau menceraikannya secara baik-baik tanpa delik perzinahan. Dan Walter menyetujui dengan syarat bahwa ia hanya mau 'diceraikan' Kitty, apabila Charlie mau menikahi Kitty dan juga menceraikan istrinya (Dorothy). Merasa mendapat angin, terbebas dari suaminya, dan rasa percaya diri bahwa Charlie sungguh mencintainya, Kitty bergegas menemui Charlie dan mengatakan bahwa Walter mengetahui hubungan mereka.
Kitty kemudian mengemukakan syarat perceraian itu hanya bisa dilakukan apabila Carlie mau menceraikan Dorothy dan bersedia menikahi Kitty. Charlie adalah seorang diplomat yang menduduki jabatan sebagai assistant colonial secretary of Hong Kong. Ia jelas berfikir bahwa skandal dengan 'istri orang' ini akan berdampak buruk terhadap karir politiknya. Ketika Kitty menghadapi kenyataan ini, ia baru sadar bahwa Walter sebenarnya tidak pernah berniat menceraikannya, karena Walter tahu bahwa Charlie tidak akan mengorbankan karir dan keluarganya demi 'istri orang'. Akhinya Kitty dengan terpaksa mengikuti suaminya dalam tugas kemanusiaan di Meitangfu.

Kitty, tentu saja tidak cocok berada di daerah pelosok, "gadis kota" yang manja itu terpaksa harus mengikuti suaminya dan belajar membiasakan diri dalam lingkungan yang jauh berbeda dari tempat ia berasal. Walter meski memiliki keinginan untuk mendapat cinta dari istrinya, namun ia sungguh kesulitan menghadapi kemarahannya pada dirinya sendiri, ia merasa sebagai suami pecundang. Sehingga iapun tak mampu melihat wajah istrinya, dan ia selalu menghindar dari percakapan dan semakin menyibukkan diri dalam penelitian dan usaha penanggulangan wabah kolera di Meitangfu.

Pasangan Kitty & Walter mempunyai seorang tetangga, orang Inggris juga, Waddington (Toby Jones), yang ditugaskan pemerintah Inggris mengawasi daerah Meitangfu. Waddington seorang tetangga yang baik, yang menyadari problem perkawinan diantara pasangan itu. Toby Jones seorang aktor yang bagus, aktingnya natural sekali. Di film Infamous saya jutru melihat ia lebih cocok memerankan tokoh Truman Capote daripada Philip Seymour Hoffman yang dapat oscar tahun 2006 lalu.

Kemudian Kitty menyibukkan diri juga dalam urusan yang dilakukan suaminya. Ia memperbantukan diri ke rumah yatim-piatu yang juga sekolah dan klinik kesehatan yang dikelola para suster perancis, sebagai usaha rekonsiliasi dengan suaminya. Dan lambat laun, iapun akhirnya jatuh cinta kepada sang suami. Karena nyatanya hanya Walter yang berkata "I’ll do anything in my power to make you happy, anything at all", dan membuktikannya. Sayang kejadian manis ini tidak berlangsung lama, karena akhirnya Walter pun terjangkit kolera yang mematikan itu, ia meninggal karena dehidrasi. Walaupun akhirnya Walter tahu bahwa ia dicintai, namun Kitty tak pernah merasa cukup untuk meminta maaf pada suaminya yang kini telah meninggalkannya. Namun ia merasa bersyukur bahwa suaminya masih meninggalkan harta yang paling berharga untuknya, yaitu dengan kehadiran anak mereka si Walter kecil. Kejadian besar di China menjadikan Kitty berubah menjadi seorang wanita yang mandiri dan kemudian juga bisa berdamai dengan orangtuanya di London.

Akhir cerita ditutup dengan pertemuan ketika Kitty dan anaknya berjalan-jalan di kota London dengan Charlie Townsend. Charlie menyapanya dan mengatakan bahwa ia hendak ditempatkan di London. Namun Charlie sekarang ini sudah tidak lagi sebagai orang penting dalam kehidupannya. Disamping itu, ia telah mendapatkan anak yang adalah 'lukisan cinta' mendiang suaminya.

Ada singgungan beberapa masalah politik masa lalu di China, dimana pemerintah Inggris menyokong partai nasionalis (Kuomintang) untuk mengimbangi kekuatan partai komunis. Walter adalah seorang dokter yang agak naif, dia berpikir perbuatannya demi kemanusiaan akan diterima baik tanpa syak-wasangka dari masyarakat, ia berkata "aku datang dengan mikroskop tidak dengan bedil, seharusnya misi ini diterima baik". Dan prajurit partai Komunis menjawab, "akan lebih baik jika pemerintah mu tidak mengacungkan senjata pada rakyat kami".

Film ini bagus ditonton oleh pasangan suami-istri, ataupun anak-anak muda yang masih pacaran. Kadang anak muda mementingkan tampang, gaya gaul, cowok atau cewek yang keren sebagai pasangan. Tapi ada yang lebih penting dari semuanya itu, yaitu hati dan komitmen. Kecantikan dan eloknya rupa hanya kebanggaan waktu muda, selebihnya Anda tidak akan melihat seseorang itu dari tampang mukanya atau gayanya saja. Walter boleh jadi kurang keren sebagai seorang suami, tetapi ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Charlie.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story