Senin, 13 Februari 2012

Hidup Singkat Bocah 5 Tahun yang Penuh Arti

|0 komentar
Seorang bocah berusia lima tahun meninggal tiba-tiba karena infeksi virus langka. Meski cuma menghuni dunia selama 5 tahun, namun hidup bocah asal Inggris ini penuh arti karena setelah kematiannya, orangtuanya setuju menyumbangkan organnya untuk mereka yang masih hidup.

Si bocah yang bernama Luca Giovannini memang tidak tahu kalau hidupnya yang singkat ternyata bisa memperpanjang kehidupan dan berhasil menyelamatkan nyawa empat orang, yaitu dua orang bocah dan dua orang dewasa. Orangtuanya lah yang memutuskan betapa bermaknanya hidup sang bocah yang singkat itu.

Luca masuk rumah sakit setelah mengeluh sakit pada tanggal 4 November 2011 dan meninggal 24 jam kemudian. Para dokter menduga bocah ini menderita infeksi virus langka Epstein-Barr yang sulit diobati dan menyebabkan pembengkakan otak.

Kebanyakan anak yang terinfeksi virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Tapi ada juga sedikit kasus yang dapat menyebabkan komplikasi seperti pembengkakan otak dan jantung, serta gangguan sistem saraf.

"Ketika petugas medis berusaha menyelamatkan nyawa Luca, saya bertanya kepada dokter seberapa besar peluangnya untuk bertahan hidup. Dokter mengatakan bahwa mereka mempersiapkan skenario terburuk," kata ayah Luca, Renzo Giovanni, 38 tahun.

Luca tinggal di Stockport, Greater Manchester. Ketika dokter mengatakan kepada orangtua Luca bahwa anak mereka tidak akan bertahan hidup, orangtuanya membuat keputusan bahwa kematiannya tidak akan sia-sia dan Luca akan menyumbangkan sebagian organ-organ tubuhnya untuk transplantasi.

"Ini adalah skenario yang tidak mau dihadapi oleh semua orang tua. Tapi pada tahap itu, yang kami bahas adalah donor organ. Kami mengatakan perawat bangsal untuk mempertimbangkan donor ini karena kami ingin ada sesuatu yang positif dari musibah ini," kata Renzo yang berprofesi sebagai penasihat keuangan ini.

Luca dibawa dengan ambulans dari Rumah Sakit Wythenshawe ke Royal Manchester Children’s Hospital, di mana para dokter berjuang menyelamatkan nyawanya namun gagal. Organnya kemudian diberikan kepada seorang gadis berumur dua tahun, seorang anak laki-laki berumur dua tahun, seorang ibu berusia 35 tahun, dan seorang pria berusia 34 tahun.

"Kami mengirim organ Luca dengan kasih untuk semua orang yang membutuhkan ini, terutama untuk gadis kecil yang beberapa hari lagi akan sekarat. Luca melakukan banyak hal dalam hidupnya yang singkat sedangkan, dua anak ini bahkan tidak pernah keluar dari rumah sakit. Sekarang, mudah-mudahan mereka akan mendapatkan kesempatan untuk menjalani hidup yang sama," kata Renzo seperti dilansir The Telegraph, Senin (13/2/2012).

Kematian seorang anak seringkali tidak terduga, sehingga kebanyakan keluarga tidak mempertimbangkan kemungkinan untuk mendonorkan organnya. Oleh karena, itu tidak umum bagi anak-anak menjadi donor organ untuk orang dewasa meskipun organ anak-anak dapat ditransplantasikan ke orang dewasa.

200 Juta Tahun lagi, Benua-Benua Akan Menyatu

|0 komentar
WASHINGTON - Di masa lalu, Bumi tertutup oleh gabungan dari berbagai benua raksasa yang disebut sebagai supercontinent. Para ahli geologi mengatakan, penggabungan tersebut pernah terjadi berkali-kali, dan akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Seperti dilansir Live Science, Minggu (12/2/2012), supercontinent yang akan terbentuk di masa depan itu disebut Amasia. Menurut para ahli geologi, supercontinent bernama Amasia tersebut terbentuk dari benua Asia dan Amerika yang bergerak ke arah utara, kemudian menyatu dan menutupi samudera Arctic.

Model konvensional tentang pembentukan supercontinent dibagi menjadi tiga. Pertama adalah introversi, yaitu supercontinent terbentuk di atas superkontinen yang ada sebelumnya. Kedua, jika yang terjadi adalah proses sebaliknya, maka disebut ekstroversi. Ketiga adalah orthoversi, yang berarti Amasia akan terbentuk menyamping dari lokasi supercontinent yang pernah ada dahulu.

Ross Mitchell, ahli geologi di Yale University, bersama para rekannya meneliti hal itu. Menurut penelelitian yang dimuat dalam jurnal Nature, model ketiga tersebut nampak lebih konsisten dengan model yang menunjukkan bagaimana pembentukkan supercontinent di masa lalu.

Model orthoversi yang digunakan Mitchell dan rekannya mendasarkan pergerakan benua ke lokasi tempat tepian superkontinen terdahulu berada. Misalnya, ketika Pangaea pecah, bagian tepinya masuk ke dalam Bumi (terjadi subduksi atau penekukan).

Zona-zona penekukan tersebut kini mengelilingi Samudera Pasifik dan dikenal sebagai Cincin Api, yaitu lokasi terjadinya banyak gempa bumi dan letusan gunung berapi di masa kini.Melalui model orthoversi tersebut, benua masa kini akan bergeser entah ke utara atau selatan, di sekitar Cincin Api.

Untuk melihat model mana yang bakal membentuk Amasia, para peneliti mencoba melihat model paling sesuai dengan data pembentukan supercontinent di masa lalu. Termasuk data mengenai pembentukan Pangaea dan Rodinia, antara 750 juta sampai 1,1 miliar tahun lalu, serta Nuna, yang terbentuk antara 1,5 juta sampai 1,8 juta tahun lalu.

Lalu, kapan kira-kira supercontinent Amasia bakal terbentuk? Menurut Mitchell, sulit untuk menjawab tahun tepatnya pembentukan itu akan terjadi. Pasalnya, siklus benua tidak bisa disamakan dengan siklus musim. Namun, berpatokan dari sejarah pembentukan Pangaea 300 juta tahun lalu, kemunculan Amasia bisa diperkirakan.

"Kita bisa memprediksi kisaran pembentukan Amasia dimulai dari 50 sampai 200 juta tahun dari sekarang,"

Robot Ini Angkat Kanker Tanpa Operas

|0 komentar
SINGAPURA - Para peneliti telah menciptakan sebuah robot mini yang dilengkapi capit dan kait, sehingga bisa digunakan untuk menghilangkan kanker perut stadium awal tanpa meninggalkan luka.

Robot mini tersebut terpasang pada sebuah endoskop, dan masuk ke usus pasien lewat mulut. Penjepitnya berfungsi memegang jaringan kanker, dan kait berfungsi untuk mengirisnya kemudian menggumpalkan darah agar pendarahan berhenti.

Seperti diwartakan Reuters, Minggu (12/2/2012), dengan bantuan kamera kecil yang melekat pada endoskop, ahli bedah bisa melihat apa yang ada di dalam usus serta mengontrol lengan robot dari jarak jauh sambil duduk di depan layar monitor.

"Jika Anda ingin membuat gerakan yang sangat halus, tangan Anda akan gemetar. Tapi robot bisa menjalankan gerakan yang sangat halus tanpa gemetar," kata enterolog Lawrence Ho yang membantu merancang robot.

Profesor Ho, yang bekerja di Singapura National University Hospital, mengatakan robot itu telah membantu mengobati kanker perut stadium pada lima pasien di India dan Hong Kong.

Pengobatan tersebut berlangsung dalam waktu sama seperti yang dibutuhkan operasi terbuka, dengan risiko infeksi yang lebih minim dan tidak meninggalkan bekas luka.

Louis Phee, profesor dari sekolah Mechanical and Aerospace Engineering di Nanyang Technological University, Singapura, membantu pembuatan rancangan robot itu dengan Ho.

Mereka mengembangkan robot setelah makan malam dengan ahli bedah Hong Kong Sidney Chung, di Singapura pada 2004 silam. Chung lah yang memberi saran untuk menggunakan desain berbentuk kepiting.

"Dia (Chung) menyarankan kami menggunakan kepiting sebagai purwarupa, karena kepiting dapat mengambil pasir dan capitnya sangat kuat,"

Ini Dia Game Pertama di Dunia

|0 komentar
CALIFORNIA - Game memang tidak pernah bisa terlepas dari gaya hidup saat ini seiring dengan kemajuan teknologi. Tapi, tahukan Anda apa judul game yang pertama kali dibuat?

Nama Spacewar memang kurang akrab di telinga para pecinta game, namun asal tahu saja Spacewar merupakan game pertama yang dibuat di dunia. Game ini dibuat sejak 50 tahun lalu oleh Steve Russell. Namun jangan dibayangkan, Spacewar dimainkan di konsol game seperti saat ini.

Spacewar telah dibuat untuk PDP-1 komputer mini oleh Digital Equipment dengan bantuan sebuah tim pengembang yang termasuk Martin Graetz, Pete Simson dan Dan Edwards. Mereka juga mengubah persepsi masyarakat yang menganggap komputer hanya untuk kerja serius.

Dikutip Efy Times, Senin (13/2/2012), dibandingkan dengan game yang kita mainkan di komputer kita hari ini, Spacewar game sangat sederhana. Dua pemain bisa main game dengan mengambil kontrol dari sebuah pesawat ruang angkasa mencoba untuk menghancurkan satu sama lain.

Spacewar memiliki pilihan yang sangat unik yang disebut Hyperspace. Dengan memasukkan Hyperspace, pengguna bisa pindah ke lokasi acak pada layar. Tetapi resiko meledak selalu ada jika digunakan terlalu sering.

Pada peringatan 50 tahun rilis video game, mahasiswa teknik dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) memamerkan simulasi Spacewar di kampus MIT dan di museum MIT.

Direktur MIT, Phillip Tan mengatakan bahwa ada downtime yang cukup disediakan pada PDP-1 dibandingkan dengan mainframe IBM yang memanfaatkan setiap detik dan tidak membiarkan orang main-main dengan itu.




http://techno.okezone.com/read/2012/02/13/326/574795/ini-dia-game-pertama-di-dunia