Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Sejarah Dan Pembuat Font “Times New Roman

|0 komentar



MENYEBUT Times New Roman, tentu banyak orang yang tahu. Jenis huruf ini digunakan sebagai standar huruf dalam dunia pengetikan. Keberadaannya dikenal luas oleh orang dari berbagai kalangan profesi. Namun, seberapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman ini?

Huruf ini dirancang oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Stanley Morrison. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1889 di Wanstead, Inggris. Stanley tumbuh sebagai figur yang tidak memiliki pengetahuan tentang percetakan, namun di kemudian hari ia menempati banyak posisi penting di dunia tersebut. Pengetahuannya yang banyak dalam hal tipografi didapatkan sejak menjadi anggota percetakan The Pelican Press.

Kecintaannya pada Tuhan membuatnya banyak membaca buku-buku religius, bahkan karya tipografinya yang pertama juga ditujukan untuk gereja. Setelah keluar dari The Pelican Press, ia bekerja untuk Cloister Press di Manchester. Banyak desain-desain terbaiknya dihasilkan saat ia bekerja di perusahaan ini. Lagi-lagi, karyanya banyak mencerminkan latar belakang gereja katolik, hal ini terlihat pada ilustrasi dan berbagai macam dekorasi yang ia gunakan. Karena ia sangat membenci perang, gerakan antiperangnya membuat ia sempat dipenjara selama empat tahun (1914-1918).

Selama kurang lebih 30 tahun (1929-1960) Stanley Morrison menjadi konsultan huruf untuk koran The Times di London, Inggris. Sebagai konsultan huruf, pada tahun 1931 ia mengatakan pada Times, ”The Times merupakan koran yang telah memiliki pelanggannya sendiri, kita memerlukan sebuah huruf yang tidak sama dengan barang dagangan pada umumnya, huruf itu harus baik pada dasarnya, namun juga mencerminkan kekuatan dari garis, konsistensi, dan ekonomis bagi The Times”.


 

Karena kata-katanya itulah, 3 Oktober 1932 menjadi hari pemasaran jenis huruf “Times” ke khalayak ramai, karena pada hari itu untuk pertama kalinya koran The Times dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang dinamai seperti koran itu sendiri. Stanley Morisson bukan satu-satunya orang yang berada di balik layar kesuksesan huruf tersebut. Ia juga dibantu temannya bernama Victor Lardent sebagai orang yang menggambar rancangan huruf ini.

Huruf bernama Times ini dengan cepat menjadi sangat populer pada masa itu, banyak digunakan di koran, majalah, maupun buku lapor*an tahunan perusahaan. Huruf ini didaftarkan lisensinya ke The Monotype Corporation di Inggris, namun juga didaftarkan ke perusahaan lisensi Linotype di Amerika, karena koran The Times banyak mendaftarkan lisensi dari produk-produknya ke Linotype. Akhirnya, pada tahun 1945, The American Linotype Company mendaftarkan nama dagang ”Times Roman” secara terpisah, bukan sebagai bagian dari The Times ataupun Monotype. Di sinilah terjadi perbedaan nama untuk penggunaan huruf ini dalam komputer. Linotype dan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Adobe dan Apple Macintosh menggunakan nama ”Times Roman”, sedangkan Monotype dengan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Microsoft meng*gunakan nama “Times New Roman”.

Pada era ’80-an, Monotype mendesain ulang Times New Roman dan mengklaim bahwa huruf yang di desain ulang ini lebih baik daripada Times Roman yang dimiliki Linotype. Karena tidak mau kalah, pada periode waktu yang berdekatan, Adobe-Linotype juga meluncurkan seri baru dari huruf Times, yang tentu saja mereka mengklaim huruf yang baru juga lebih baik dibanding huruf milik Monotype. Pada kenyataannya, sebagian atau mungkin seluruh pengguna huruf ini tak akan menyadari atau bahkan tak akan mempermasalahkan perbedaan di antara keduanya walaupun huruf-huruf tersebut dicetak sangat jelas dengan ukuran 10 pt dalam resolusi tinggi 300 dpi.
Lepas dari berbagai pertentangan di atas, terbukti bahwa Stanley Morrison telah berhasil menciptakan huruf yang baik dengan ciri khasnya tersendiri sehingga jenis huruf ini terus dikenang dan digunakan oleh banyak kalangan hingga saat ini. Ia meninggal pada 11 Oktober 1967 di London, Inggris.

Jenis-jenis font yang dibuat oleh Stanley Morrison:
Fonts: Times™ (1931), Times™ Ten (1931), Times™ Eighteen (1931), Times™ Central European (1931), Times New Roman™ (1932, bekerja sama dengan Victor Lardent). Fonts: Times™ (1931), Times™ Ten (1931), Times™ Eighteen (1931), Times™ Central European (1931). 

Rabu, 29 Februari 2012

Harta Karun Kapal Spanyol Termahal Sepanjang Sejarah

|0 komentar
 

Harta karun dari sebuah kapal Spanyol yang karam di Samudra Atlantik pada tahun 1804 akhirnya kembali lagi ke Spanyol melalui Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Tampa, Florida, AS, akhir pekan ini. Lokasi persis dari keberadaan koin ini tidak disebutkan.
Pihak Pangkalan AU AS, Selasa malam atau Rabu (22/2/2012) WIB, memastikan, harta karun yang terdiri dari koin perak ini akan diangkut dengan dua pesawat angkut Hercules C-130 milik AU Spanyol untuk kembali ke Spanyol pada Jumat (24/2/2012).
Kantor berita AP melaporkan, Rabu siang, pengangkutan kembali harta karun yang terdiri dari 594.000 koin perak dan berbagai artefak lainnya ini atas kerja sama Pemerintah Spanyol dengan pihak AU AS. Berat total harta karun itu mencapai 17 ton. Eksplorasi pengambilan di laut dalam ini dilakukan Pemerintah Spanyol.
Harta karun diangkat ke permukaan dari kapal Spanyol yang karam di Samudra Atlantik di lepas pantai Portugas. Harta karun ini kemudian dibawa ke Pangkalan AU AS di Tampa, Florida. Pengambilan harta karun ini dilakukan oleh Odyssey Marine Exploration pada Mei 2007. "AU AS bekerja sama dengan AU Spanyol menjamin keamanan dan keselamatan misi ini," ujar pihak AS.
Kalangan kolektor harta karun memperkirakan, nilai harta karun tersebut mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,5 triliun. Para pengamat menilai, ini merupakan nilai harta karun tertinggi yang diambil dari sebuah bangkai kapal karam sepanjang sejarah.
Para penilai harta karun yakin, koin perak itu berasal dari kapal Spanyol, Nuestra Senora de las Mercedes, yang tenggelam pada tahun 1804 setelah diserang sebuah kapal perang Inggris. Kapal ini sudah berada di lepas pantai Portugal dalam perjalanan kembali dari Amerika Selatan. Sekitar 200 orang dan awak kapal ikut tenggelam dalam peristiwa ini.
Harta karun tersebut dibawa ke Tampa guna pembersihan dan pencatatan koin di pengadilan setempat. Pihak Odyssey menegaskan, mereka sepakat memberi akses kepada Pemerintah Spanyol untuk ikut dalam penanganan koin-koin mahal itu.
Pihak Odyssey yang melakukan aksi pengambilan harta karun ini dilaporkan mengeluarkan anggaran 2,6 juta dollar AS untuk pencarian lokasi kapal, membawa ke permukaan, penimbunan, dan pembersihan.
Sejauh ini, mereka belum menentukan berapa ganti rugi yang akan diberikan oleh Pemerintah Spanyol. Ketentuan di Eropa memang mengharuskan kepemilikan koin tadi bukan atas perusahaan yang menemukan, melainkan pemerintah pemilik koin tadi, dalam hal ini Pemerintah Spanyol.